Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Tweet
FUNGSI PAK

FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA

JURNAL GURU HOMEPAGE E-BOOK KURIKULUM PENCIPTAAN  MANDAT DARI TUHAN ALLAH KEBUTUHAN HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP DOSA - PENGHUKUMAN - KESELAMATAN MASA DEPAN MANUSIA PERGAULAN-PERSAHABATAN PERKAWINAN   UU NO 1 TAHUN 1974 KELUARGA  KRISTEN TANGGUNGJAWAB ANGGOTA KELUARGA PERCERAIAN ZIONISME KRISTEN GURU SEBAGAI KONSELOR KECERDASAN MANUSIA PACARAN dan PERTUNANGAN ARTIKEL PENDIDIKAN JURNAL TEOLOGI MARI MENULIS JURNAL TUGAS DAN PANGGILAN GEREJA FUNGSI PAK SYLABUS MK AGAMA SYLABUS PAK REMAJA FONDASI PENDIDIKAN KRISTEN





FUNGSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA
 
OLEH
JAPPY PELLOKILA


  

PENDAHULUAN

Alkitab mengungkapkan bahwa Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada, atau secara Cretio Ex-nihilo. Sedangkan  manusia diciptakan Tuhan Allah dengan Tangan-Nya, kemudian Ia menghembuskan nafas hidup kepadanya. Kejadian 1:1-2:7; 2 :18-25, menunjukkan Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia diciptakan dengan perbedaan gender dengan maksud, berbeda dari makhluk-makhluk lain; sebagai pribadi yang mempunyai hubungan dengan-Nya; sebagai mitra kerja Allah  dalam menatalayani dunia; memiliki kebebasan dan tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan hidupnya kepada Tuhan Allah.

Akan tetapi, segala kemudahan dan keindahan yang dimiliki manusia tersebut menjadi rusak ketika mereka jatuh ke dalam dosa. Dosa menjadikan seluruh atau semua manusia (Rom 3:26, 5:12, 6:23), hanya Yesus yang tidak berdosa, Ibr 4:15.  Akibat dosa, dalam hubungan dengan Tuhan Allah, manusia tidak layak menghadap Tuhan Allah; manusia tidak sanggup melakukan kehendak Tuhan Allah.

Setelah peristiwa Menara Babel, manusia terpisah satu sama lain sesuai kesamaan bahasanya. Mereka mengembara dan menemukan wilayah untuk membangun komunitas serta mengembangkan hidup dan kehidupan. Keadaan itu terus berlangung sampai pada akhirnya manusia di dunia -masyarakat dunia- terbagi atau terpisah secara geografis dan politik, kebudayaan, budaya, tradisi, adat, bahasa, bangsa dan suku bangsa, suku dan sub suku, golongan, etnis, dan lain-lain. Dan dalam perkembangan kemudian manusia membentuk serta membangun kerajaan atau pemerintahan-kekuasaan dengan raja sebagai pusat kekuasaan.


I. PAK SEBAGAI BAGIAN DARI TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL 

Melalui proses yang cukup panjang dari masyarakat dunia pada masa lalu, muncul bangsa dan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia juga penuh dengan pelbagai perbedaan dan latar belakang. Manusia Indonsia juga termasuk umat manusia yang telah berdosa kehilangan kemuliaan Tuhan Allah. Kehadiran Gereja atau Agama Kristen di Indonesia gereja-gereja di Eropa dan Amerika melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Pada perkembangan kemudian  Gereja-gereja di Indonesiapun melakukan hal yang sama dengan gereja-gereja di seluruh dunia.

Salah satu tugas gereja di Indonesia adalah melakukan pendidikan agama kristen (PAK) kepada orang Kristen. PAK yang dilakukan oleh Gereja sebagai bagian untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional Indonesia. Tujuan pendidikan nasional, sesuai UU R.I No.2 Thn 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, Bab II pasal 4, adalah, “mencerdasakan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan

PAK dapat sebagai bagian tujuan pendidikan nasional yang menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh sebab itu, PAK menyangkut seluruh unsur pertumbuhan dan perkembangan manusia, yaitu aspek fisik, psikologis, intelektual, sosial, serta  mental-spiritual, dan lain-lain.


 
II. PAK SEBAGAI SALAHSATU  ALAT PEMBENTUK DAN PEMERSATU BANGSA 

Bangsa Indonesia, seperti bagsa-bangsa yang di dunia, penuh dengan pelbagai perbedaan. Semua perbedaan itu seringkali menjadikan pertantangan yang menjurus pada perpecahan dan permusuhan, bahkan pertikaian serta pertumbuhan darah. Oleh sebab itu, PAK di Indonesia harus memimalisir semua hal tersebut, dengan berbagai cara. Dengan demikian PAK harus membimbing peserta didik agar mampu memahami adanya bermacam-macam  agama -khususnya Agama Kristen- di Indonesia; mencapai kedewasaan iman sesuai terang Injil; mampu menerapkan Firman Allah dalam semua aspek hidup dan kehidupan sehari-hari; membentuk  jati dirinya sebagai manusia Indonesia yang berwawasan kebangsaan, menjungjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta mewujudnyatakan kesetiakawanan sosial.

Ini berarti PAK yang dilakukan di sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek  yang menyangkut hidup dan kehidupan bangsa Indonesia; unsur-unsur yang ada dalam kurikulum pendidikan nasional; konteks masyarakat Indonesia, dan lain –lain.

PAK di Indonesia tidak boleh menjadikan peserta didiknya menjadi “anti nasional” sehingga tidak menganggap dirinya sabagai bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia. PAK tidak hanya menciptakan hasil orang Kristen yang mengasihi diri sendiri, tetapi juga sesamanya. PAK di Indonesia juga harus menjadikan manusia Indonesia aktif di Indonesia, dan mengupayakan kedamaian di tengah masyarakat.

Dengan demikian sangatlah tepat apabila PAK tidak berhenti menciptakan terhadap tujuan akhir yaitu “menjadikan semua bangsa murid-Ku”.

 

 
III. PAK SEBAGAI SALASTU ALAT UNTUK MENINGKTAKAN KUALITAS
       MANUSIA INDONESIA  

Salah satu fungsi orang tua (ayah-ibu) di rumah adalah sebagai pendidik. Oleh sebab itu, sebagai pendidik, mereka juga harus berupaya mengetahui prinsp-prinsip peningkatan kualitas belajar dan mengajar seperti dimiliki para pendidik (guru) disekolah dan pendeta serta majelis gereja.  Pendidik bukan hanya bertugas untuk menyampaikan informasi (bahan ajaran) kepada peserta didik, tetapi harus berupaya agar peserta didik sungguh-sungguh belajar dalam arti mengerti, memahami makna, dan menerima apa yang diajarkan, bahkan mempraktekannya dalam kehidupan. Pendidik harus mendorong peserta didik memahami apa yang dibicarakan di kelas atau diluarnya. Untuk itu, memerlukan suatu proses yang berkelanjutan, karena belajar merupakan proses. Proses yang dinamis dan mengarah pada terjadinya perubahan. Perubahan akibat hasil belajar menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotoris.

Untuk mencapai semua ranah itu, maka proses belajar mengajar harus memperhatikan teori belajar dan gaya belajar, yaitu belajar sebagai kemampuan manusia menyimak apa yang diminati dan dipelajarinya; belajar sebagai pengembangan daya-daya dalam diri manusia; belajar sebagai pembentukan tingkah laku.

PAK yang dilakukan oleh Gereja kepada jemaat yang deawasa atau orangt tua memampukan mereka dapat membentuk anak-anak yang berkualitas. Karena salah satu alat, maka PAK harus terus menerus berkembang seiring dengan kemajuan zaman; memampukan manusia agar sadar terhadap iptek, kreatif, inovatif, serta memiliki solidarits tinggi; peka terhadap konteks pendidikan nasional, pergumulan bangsa, dan menjawab kebutuhan orang percaya.

 

 
KESIMPULAN

Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Ia menciptakan dari tidak ada menjadi ada, juga dalam keadaan baik dan sempurna. Manusia diciptakan Tuhan Allah dengan Tangan-Nya, sebagai mitra kerja Allah  dalam menatalayani dunia serta memiliki kebebasan dan tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan hidupnya kepada Tuhan Allah.

Dosa menjadikan apa yang indah dan biak serta sempurna itu menjadi rusak. Dosa juga menjadikan seluruh atau semua manusia (Rom 3:26, 5:12, 6:23), hanya Yesus yang tidak berdosa, Ibr 4:15. Juga menjadikan manusia terpisah satu sama lain, mengembara dan menemukan wilayah untuk membangun komunitas serta mengembangkan hidup dan kehidupan.

Manusia Indonsia juga termasuk umat manusia yang telah berdosa kehilangan kemuliaan Tuhan Allah. Kehadiran Gereja atau Agama Kristen di Indonesia gereja-gereja di Eropa dan Amerika melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Pada perkembangan kemudian  Gereja-gereja di Indonesiapun melakukan hal yang sama dengan gereja-gereja di seluruh dunia. Salah satu tugas gereja di Indonesia adalah melakukan pendidikan agama kristen (PAK) kepada orang Kristen. PAK yang dilakukan oleh Gereja sebagai bagian untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional Indonesia.

PAK dapat sebagai bagian tujuan pendidikan nasional yang menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.


 

KEPUSTAKAAN
 
Baker, D. L. 1993,Satu Alkitab, Dua Perjanjian: Suatu Studi tentang Hubungan Teologis antara PL dan PB, Jakarta: Gunung Mulia,.
 
Barr, J.  1997, Alkitab di dunia modern (diterjemahkan oleh I. J. Cairns), Jakarta: Gunung Mulia.
 
Darmaputera, Eka, 1988, Konteks berteologi di Indonesia: Buku penghormatan untuk HUT ke-70 Prof. Dr. P. D.
Latuihamallo, Jakarta: BPK-GM.
 
de Jonge, C. 1985     Kontekstualisasi sebagai sejarah (Pidato Dies Natalis STT Jakarta ke-52), Jakarta: STT
Jakarta.
 
Kahin, G. Mc Turnan, Refleksi pergumulan lahirnya Republik NASIONALISME DAN REVOLUSI DI INDONESIA (diterjemahkan oleh Nin Bakdi Soemanto), Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
 
Lempp, W. 1974, Tafsiran Kejadian (32:1-36:43): Kej. IV/bag.2, Jakarta: BPK-GM.
 
Sidjabat, B. Samuel, M.Th., Ed.D, Strategi Pendidikan Kristen: Suatu Tinjauan  Teologis-Filosofis (Edisi
Revisi), Yogyakarta : Yayasan ANDI